
Merunduk dirikuHanya tersentuh getir piluKering bersama pahitnya waktuTak perlu dengarkan bual yang mengambangMelempar cakap yang sia-siaYang kumiliki sudah redupMenyisakan angan siluet jinggaBerjalan teriring naluri membuang egoTergantung dalam bayang ketakpastianAku membeku, terpaku kakuSeseorang bertanya padaku ‘mengapa kau terdiam?’Aku tersenyum...