Get me outta here!
Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 April 2011

Surat Rindu dari Ibu

Dear Anakku,

Aku melihat engkau kini telah tumbuh besar dan sangat matang. Bacalah surat ini. Dan engkau boleh membuangnya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.
Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku Ibumu begitu berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku.

Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mata saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan aku juga Ayahmu. Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.

Masa remaja pun engkau masuki. Kedewasaanmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan pasangan untuk engkau yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian tibalah saat engkau menikah. Diam-diam hati ini sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh sebuah hidup yang baru. Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak diriku telah terlupakan.

Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahanmu, meski hanya beberapa menit saja untuk melihat anakku. Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku. Ibu semakin susah melakukan gerakan.

Anakku...
Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya. Apakah engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu ? Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu ?

Anakku..
Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan luluh untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzat Sang Maha di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya.

Anakku...
Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku...

Sebuah perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Tuhan, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.

Anakku..
Takutlah engkau kepada Tuhan karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah air mataku, ringankanlah beban kesedihanku ini. Terserahlah kepadamu jika engkau ingin membuang surat ini.

Anakku...
Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati. Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui. Ingatlah belaian sayang dan kelelahan Ibu saat engkau sakit.


Ibumu

Percayalah Ibu, cintaku ini akan slalu bermakam dihatimu dan badai doa adalah pesan rindu untukmu, begitu seterusnya dan seterusnya ~ Irf_Journey

terimakasihibu.blogspot.com

Jumat, 11 Februari 2011

Nasehat Ibu untuk Anak Perempuannya



Nasehat ini, ia sampaikan ketika melepas putrinya itu menuju rumah suaminya saat dia dinikahkan.

Dia berkata, “Wahai anakku, kalaulah nasehat boleh ditinggalkan karena kemuliaan budi dan ketinggian nasab keturunan, maka aku tidak akan menyampaikannya padamu. Namun ia perlu disampaikan untuk mengingatkan orang baik dan menyadarkan yang lalai.

Wahai anakku, jika seorang perempuan bisa melepaskan diri dari laki-laki dengan harta orang tuanya maka aku adalah orang yang paling bisa untuk itu. Tapi, itu tidak mungkin, anakku. Karena perempuan diciptakan untuk laki-laki. Dan sebaliknya, laki-laki diciptakan untuk perempuan.

Wahai anakku, saat ini engkau akan melangkah dari rumah ini, dimana kamu hidup dan dibesarkan. Kamu akan berangkat ke lembah yang belum kamu ketahui sama sekali dan akan ditemani seorang yang tidak pernah kau kenal selama ini. Makanya, dengarlah pesan-pesanku. Jadilah engkau bagaikan budak baginya, maka dia akan berlaku seperti itu pula untukmu.

Anakku, dengarkanlah, aku akan menyampaikan sepuluh wasiat untukmu. Jagalah wasiat ini. Ia akan menjadi penerang dan bekal bagimu dalam hidup.

Pertama, setia dan patuhlah padanya. Kepatuhanmu padanya akan melahirkan keridhaan Tuhan.

Kedua, pakailah dengan apa yang diberinya. Sikap itu akan melahirkan ketenangan dalam jiwamu.

Ketiga, peliharalah pandangannya padamu. Jangan sampai dia melihat padamu sesuatu yang tidak disenanginya.

Keempat, pelihara penciumannya terhadapmu. Jangan sampai dia mencium darimu sesuatu yang tidak mengenakkan hidungnya.

Kelima, Jagalah waktu makannya. Sesungguhnya rasa lapar itu bagaikan bara yang bisa membakar kapan saja.

Keenam, jagalah waktu tidurnya. Sesungguhnya gangguan pada waktu tidur bisa menyulut amarah.

Ketujuh, jagalah harta dan rumahnya. Sesungguhnya yang demikian membuatnya menghargaimu.

Kedelapan, pelihara dan hormatilah anak dan keluarganya. Sesungguhnya hal itu melatihmu mengatur segala Sesuatu dengan baik.

Kesembilan, janganlah kamu buka rahasianya. Jika kamu melakukan itu, maka tidak bisa dijamin dia akan menjaga janjinya padamu.

Kesepuluh, janganlah kau melanggar perintahnya. Sesungguhnya yang demikian itu menyulut rasa cemburu dalam hatinya.

Dan perhatikanlah dua perkara. Janganlah kamu menampakkan kebahagiaan padanya jika dia sedang dirundung sedih. Jangan pula engkau menampakkan kesedihan di kala dia berbahagia.

Ketahuilah wahai anakku, sebesar apa penghormatanmu padanya sebesar itu dia akan menyanjungmu. Sejauh mana kamu bisa menyesuaikan pandanganmu dengannya seperti itu pula dia akan setia padamu.

Anak gadisku, sesungguhnya kamu tidak akan mampu melakukan itu semua kecuali jika kamu mampu mendahulukan kerihdaannya atas keinginan pribadimu, dan jika kamu mampu mengedepankan hasratnya atas hasratmu. Semoga Tuhan melimpahkan kebaikan padamu.

Selamat jalan Anakku.


diambil dari : terimakasihibu.blogspot.com

Sabtu, 13 Juni 2009

Ibu. .sputih ikhlas ksih abadi. .

Kata org,aku lhir dr prut ibu
Bila dahaga, yang susukan aku,ibu
Bila lapar, yang suapkan aku,ibu
Bila ksepian, yg snantiasa d smpingku, ibu
Ibu blg, kt p'tama yg aku sbut. ."Bu. ."
Bila bngun tidur, aku cari..ibu
Bila mnangis, org p'tama yg dtg. .ibu
Bial ingin b'manja, aku dkati ibu
Bila sdih yg mmbujukku hany ibu
Bila nakal, yg memarahi aku..ibu
Bila merajuk, yg membujuuku cm ibu
Bila melakukan kesalahan, yg plg cpt marah. .ibu
Bila tkut, yg menenangkan aku..bu

Aku slalu t'ingat ibu
Bila sdih, aku sgra hubungi ibu
Bila takut, selalu aku pnggil "Ibu.."
Bila snag, org p'tama yg ingin kuberitau ibu
Bila bngung, kuceritakan smua pd ibu
Bila skit, org yg plg risau. .ibu
Bila akan ujian, org plg sbuk jg ibu
Bila buat prkara, org yg marahi aku dulu..ibu
Bila ada masalah, org yg plg risau. .ibu

Yg msi pluk aku smpai hr ni. .ibu
Yg slalu masak kgmaranku..ibu
Yg slalu simpan dan kemaskan brg2ku..ibu
Yg slalu puji aku..ibu
Yg slalu naseihati aku..ibu
Bial hndak mnikah. .
Org p'tama yg aku tnjuk dan rujuk. .ibu. .

Stlh aku pny psgn sndiri
Bila snang. .aku cari psgnku
Bila sdih..aku cari ibu
Bila sukses..aku crtakan pd psgnku
Bila gagal..aku crtakn pd ibu
Bila bhgia..aku pluk erat psgnku
Bila berduka..aku pluk erat ibu
Bila libur,aku bw psgnku
Bila libur, aku antar ank k ruma ibu
Slalu..aku ingt psgnku
Slalu..ibu ingat aku
Slalu..aku akn telp psganku
Entah..kpn aku akn telp ibu
Slalu..aku berikn hdiah u/ psgnku
Entah kpn..aku berikn hdiah u/ ibu

Dulu ibu b'kata "kau tag usa pikirkn ibu. Kalau km suda slesi b'skolah dan tlah bkrja, km bole mengirim uang u/ ibu. Ibu tdk menginginkan bnyk. Lima puluh ribu sbulan cukuplah u/ ibu"
B'derai air mata..Hari ini klau ibu mau, lima ratus ribu sebulan pun aku mampu. Aku bs kirimkn.. Tp ibu suda tiada
Adakah kau msi ad ibu. .


mauu dbaca b'kali2 pun ttp t'haru. .
>.<