Get me outta here!
Tampilkan postingan dengan label berbagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berbagi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Maret 2021

Review Dokter Anak di Jogja

 Setelah Kiana berusia 2 tahun lebih, akhirnya memutuskan untuk menuliskan review dokter anak di Jogja (padahal niat nulisnya udah lama bgt..sekarang berbekal sisa-sisa aingatan aja 😐). 

Kiana lahir di Semarang dan baru pindah ke Jogja setelah usia sekitar 2 bulanan. Jadi pas awal2 di Jogja, untuk vaksin ke dokter anak mau pilih ke dokter siapa, modalnya browsing-browsing, nanya-nanya, dan nyocokin jadwal aja. Berikut beberapa dokter anak di Jogja yang sudah pernah Kiana kunjungi:

  1. dr. Lubaid, Sp. A. Karena pertimbanganan kenyamanan soalnya bawa anak bayik, vaksin pertama Kiana semenjak di Jogja dilakukan di RS. JIH. Waktu itu nanya-nanya ke temen untuk rekomendasi dokter anak dan lihat-lihat jadwal di JIH. Akhirnya kami memutuskan untuk vaksin ke dr. Lubaid. Enak sih waktu itu jadwalnya, sabtu atau minggu pagi gitu. Waktu vaksin, kiana digendong gitu terus dinyanyiin sholawat. Daaan yg menjadi concern saat itu, berat badan Kiana yang belum mencapai ideal sesuai grafik. Kata dokternya, emaknya harus makan banyak, nggak boleh stres, kalau Kiana ditinggal harus disedain ASI sekian cc dsb dsb. Sedih gak sih...huhuu. Waktu itu Kiana memang masih sering gumoh gitu kalau kebanyakan minum. Lupa berapa kali vaksin ke dr Lubaid, tapi yg berkesan waktu Kiana vaksin untuk rotavirus. Waktu itu dipesenin perawatnya kalau mau minum ASI jangan mepet-mepet pas mau masuk ke ruangan, karena vaksinnya kan ditetes..takutnya kalau perut bayinya penuh nanti muntah. Baiklah.. Karena waktu itu antrian Kiana masih jauh dan dia haus..minumlah dia. Pas lagi di nursery room tiba-tiba dipanggil perawat untuk masuk ruangan, karena pasien-pasien antrian sebelumnya pada belum datang. Voilaa..bener kaan pas divaksin gumohnya Kiana keluar. Wkwkwk. Kata dokter gapapa, vaksinnya udah masuk..dan tentu saja gumoh Kiana kena dokter. Padahal dr. Lubaid udah rapih pake batik lengan panjang karena habis itu mau kondangan. Maafkan kiana ya dok 😝
  2. dr. Roni Naning, Sp. A(K). Vaksin dengan dr. Roni Naning ini juga di JIH. Kalau baca-baca di forum emak-emak dr. Roni Naning ini juga DSA yg recommended karena kan sudah DSA konsultan juga. Tetapi berhubung Kiana cuma untuk vaksin jadi ya biasa aja.. Ternyata setelah baca-baca lagi recommended untuk menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan saluran pernafasan anak. Jadi memang pilih dokter harusnya disesuaikan dengan tujuannya ya.
  3. dr. Nurlaili Muzayyanah, Sp. A. dr. Nurlaili ini sebenarnya juga praktek di JIH, tetapi Kiana vaksin dan konsul ke kliniknya di rumah, di daerah Palagan deket ringroad utara. Pertimbangan akhirnya vaksin ke klinik adalah karena waktu dulu Kiana vaksin di JIH, walaupun ruang tunggunya nyaman tapi antrinya lumayan lama (walaupun bisa dipantau lewat aplikasi antrian online sih). Dan waktu itu Kiana sempet kena flu karena ketularan waktu nungguin giliran vaksin. Dulu jadwal vaksin dan jadwal periksa sakit dijadiin satu, tapi gatau kalau sekarang. Akhirnya kami putuskan untuk vaksin ke klinik aja. Kalau dulu utk vaksin harus reservasi dulu lewat wasapp, supaya vaksinnya dibawakan..karena ga selalu ready di klinik. Di dr. Nurlaili ini Kiana beberapa kali dikasih suplemen zat besi dan makanan, Feris dan Zamel. Lagi-lagi karena BBnya sereet. Sampai hopeless mamak. Sempet juga di mukanya ada putih-putih gitu kayak panu, kata dr Nurlaili itu jamur terus dikasih salep yg murah meriah..lama-lama ilang, tapi memang butuh waktu sih. Tapi terus kapan itu tiba-tiba muncul lagi. Alhamdulillah semakin besar udah ilang deh jamurnya.
  4. dr. Ade Indrisari, M.Kes., Sp.A. Karena jarak dari rumah kontrakan ke klinik dr. Nurlaili lumayan jauh (walaupun ga jauh-jauh banget) dan jadwalnya sore-sore hampir malam akhirnya kami coba cari yang deket-deket aja. Ternyata di deket rumah kontrakan ada praktek dokter anak di klinik Amanah.. Lokasinya di deket Tugu persis, eyecatching banget tapi kami nggak ngeh. Dokter anak yg praktek di situ dr. Ade, ruang prakteknya luas, udah kayak playground gitu. Ada rumah-rumahan, perosotan, banyak mainan lucu-lucu. Tapi tetep aja setiap divaksin Kiana nangis 😆 Antriannya gak sebanyak di JIH tapi tetep lebih rame dibanding di dr. Nurlaili, karena lokasinya yg strategis banget kali ya. dr. Ade ini walaupun kita cuma vaksin biasa tetep dijelasin detil vaksin ini gunanya apa, kenapa harus vaksin ini, dan bisa konsul juga yg lebih agak panjang daripada kalau di RS, wkwkwk. dr. Ade ini juga modis abis gaes, stylenya sporty gitu..dan ternyata aktif di youtube juga 😉 Semenjak pandemi covid 19, dr. Ade buka layanan vaksin di rumah, yg bisa dilakukan lewat drivethru juga. Tapi lokasi rumah dr. Ade yg mirip Buckingham Palace itu lokasinya nan jauh di utara sana. Apalagi awal pandemi Kiana mulai pindah ke Bantul jadi makin nggak bisa menjangkau sampai sana. Akhirnya semenjak pindah rumah, Kiana rutin vaksin pakai layanan homevisit klinik vaksin Raisha, Sewon. Selain karena bingung mau vaksin di mana yg deket rumah, kayaknya lebih aman pakai layanan ini. Jadi sistemnya dokter akan datang berkunjung ke rumah untuk vaksin anak, tp dokternya dokter umum ya gaes. Sebetulnya sebelumnya Kiana udah pernah nyobain vaksin di klinik vaksin Raisha pusat yg deket rumah kontrakan dulu, di daerah monjali deket RS Sakina Idaman. Waktu itu mikirnya karna pas pandemi lebih aman ke tempat yg khusus vaksin aja. Tapi ternyata malah rame banget 😅 Kalau  di sana ada DSAnya juga, jadi masih bisa konsul-konsul dikit..lagi-lagi tentang BB yg seret 😔
  5. dr. Dian Kesumapramudya N, M.Sc., Sp.A., Ph.D. Awal mula ke tahu dr. Dian ini dari dokter vaksinnya Kiana yang dateng ke rumah. Jadi sy sempet curhat soal BB Kiana yang seret..dan usia Kiana yg udah 2 tahun tapi sy ngerasa kemampuan bicaranya belum sesuai milestone anak seusianya. Walaupun banyak juga yg bilang gapapa, masih usia segitu.. tapi rasanya emak merasa bersalah banget kalau nggak bawa Kiana konsul ke dokter tumbuh kembang. Mana berasa ngganjelnya sebenernya  udah lama banget, tapi karna pandemi akhirnya tertunda terus. Long story short, karena masih ragu ke rumah sakit akibat pandemi akhirnya kami bawa Kiana ke psikolog. Waktu itu Kiana diobservasi dulu sekitar 30 menit, padahal katanya biasanya sampai 1 jam, mungkin karna lagi pandemi kali ya. Dari hasil observasi, kata psikolog fokus atau konsentrasi Kiana untuk anak seusianya kurang. Akibatnya informasi yang dia terima setengah-setengah. Kemampuannya untuk mengikuti instruksi jadinya juga setengah-setengah. Akhirnya itu yang bikin dia terlambat bicara. Sarannya adalah terapi perilaku terintegrasi dulu supaya fokusnya bagus. Waktu itu saya sebenernya agak curiga apakah ada masalah di medisnya atau apa ya istilahnya..karna Kiana suka makan diemut (walau sekarang udah ga terlalu lagi sih). Kalau baca-baca di internet katanya ada gangguan oromotor gitu. Tapi karna ke psikolog ya..jadi ya nggak bisa lihat sampai ke situ. Akhirnya keputusannya ya tetep harus konsul ke DSA tumbuh kembang. Dokter vaksinnya Kiana cerita kalau keponakannya mengalami speech delay, terus berobat ke Prof. Sunartini, yang juga dosen UGM dan..memang terkenal banget di Jogja. Selain di RS, praktek juga di klinik daerah Kotagede. Beliau Sp. A(K) yang sering menangani masalah syaraf pada anak, pasiennya banyak sampai dari luar kota. Akhirnya saya kontak ke pendaftarannya untuk konsul Kiana..sayangnya ternyata selama pandemi Prof. Sunartini cuma menerima konsul secara online. Jadi maju mundur akhirnya..kayaknya kalau baru konsul pertama tapi online itu rasanya gimana gitu. Terus dokter vaksinnya Kiana ceritalah kalau sekarang keponakannya yang masih terapi rutin itu ditangani dr. Dian keponakan Prof. Sunartini. dr. Dian ini bidangnya mirip-mirip Prof. Sunartini, prakteknya juga di klinik yang sama. Cusslah daftar dr. Dian..semoga nggak harus online konsulnya. Alhamdulillah bisa konsul langsung. Sampai tempat periksa dan pas dipanggil ke ruangan...Kiana nggak mau masuk dong... Padahal sebelumnya happy2 aja di tempat periksa. Akhirnya digendonglah secara paksa..di dalam ruangan Kiana cuma diem sambil menenggelamkan kepala di pelukan emaknya 😂 Saya dan suami diwawancara panjang lebar dulu sebelum pemeriksaan, ditanya keluhan, sampai ke riwayat kehamilan dan persalinan. Setelah itu diperiksalah bagian punggung, tulang belakang, kaki, tangan Kiana. Diagnosa dr. Dian adalah hipertonus dan speech delay. Jadi waktu dicek, punggung Kiana katanya kaku-kaku gitu. Kemungkinan besar disebabkan waktu persalinan sy butuh waktu sampai satu jam untuk mengejan, yang membuat Kiana 'kecepit' cukup lama. Dari situ ternyata dampaknya bisa sampai ke mana-mana..termasuk ke fokusnya Kiana yg akhirnya membuat dia terlambat bicara. Berkaitan fokus sampai ke terlambat bicara sebenarnya penjelasannya mirip dgn psikolog yang sudah pernah kami datangi...nah tapi..hipertonusnya kan nggak ketahuan 😔 Hipertonus ini yang bikin Kiana suka bobok tengkurep, karna posisi tidur nyamannya dia jadi seperti itu. Ternyata ngaruh juga ke sensoriknya, anaknya jadi lebih sensitif, termasuk ngerasain soal makanan..yg bikin dia jadi susah makan 😩Btw, konsul dgn dr. Dian ini sampai sekitar 30menitan lebih ada kali..baru kali ini bisa konsul lama ke dokter, wkwk. Mungkin karna pasien terakhir ya, jadi nggak diburu-buru. Akhirnya dari dr. Dian menyarankan untuk fisioterapi untuk benerin otot2nya dulu..sekalian dilanjut sama terapi okupasi untuk nglatih fokusnya. Setelah itu baru masuk ke terapi wicara, karena di terapi wicara perlu fokus yang sudah baik dari anak. Dari fisioterapi dan terapi okupasi yang sudah berjalan..saya baru ngeh kalau keseimbangan Kiana masih kurang baik, cara jalan dan larinya masih sering jatuh2 untuk anak seusianya, naik turun tangga harusnya kaki udah bisa gantian tp Kiana blm, termasuk bosenan sama mainan. Selama ini masih saya maklumi..ah masih umur segitu 😢 Kalau dari keterangan terapis, usia 2 tahun paling nggak sudah mau bertahan duduk manis di kursi minimal 15 menit😅
Bismillah..sekarang Kiana sedang ikhtiar untuk fisioterapi dan terapi okupasi dulu, nggak lupa juga  berdoa semoga diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Semoga Allah SWT ridhoi dan lancarkan ikhtiar kami. Aamiin

Jumat, 23 Desember 2016

Review Vendor Fotografi dan Videografi Jogja-Semarang


Berhubung reviewnya dibikin ngebut dan males kalo panjang-panjang, untuk review vendor foto dan video di daerah Jogja dan Semarang akan saya buat singkat-singkat aja. Hehe. Setelah bergerilya di instagram cukup lama, berikut hasil hunting beberapa vendor:
1.       ig : iloveyoumostphotos -- Jogja
Prewed package 4800K-10800K, wed package 1 day service 5400-9900K, video 1 day 3200-5200K
2.       ig : bondanphoto -- Jogja
Prewed outdoor 8000K, Prewed indoor 3500-5000K, wed package 8500-15000K, wed cinematic 8000K
3.       ig : alvinphotography -- Jogja, Semarang
prewed indoor 4000K, outdoor 6500K-10500K, wed package 17000K-23000K (incl video)
4.       ig : rezaprabowophoto -- Jogja
Katanya sih ownernya masih muda banget, tapi kualitas fotonya bagus..tapinya lagi harganya termasuk premium. Prewed outdoor 5500K-10500K, prewed studio 4000K, wed package 7900K-10500K, wedding video 9500-15000K.
5.       ig : storiaphoto -- Semarang
Prewed package 5000K-8000K, 1 day wed package 7000K-13000K (incl video), full package 42000K
6.       ig : lincphoto -- Semarang
Prewed outdoor 4500K-8000K, prewed studio 1750K-2750K, wed photo 5000K-8500K, wed video 4750K-6000K
7.       ig : _ksaphotography -- Semarang
Prewed package 2000K-2500K, wed 3000-3500K (excl video)
8.       ig : humapictures -- Semarang
Lokasinya di daerah Tembalang, Semarang, deket banget sama rumah eijke. Prewed studio 1100K, outdoor 2500K-7000K, wed package 4000K-10500K.
9.       ig : bajayphotograph -- Semarang
Prewed package 4000K, Wed package 6000K-17000K (incl video)
10.   ig : kite_creative -- Semarang
Prewed package 2500K-5500K, wed package 7000K-15000K (incl video)
11.   ig : creatrixphotoworks -- Semarang
Prewed package 1000K-5000K, wed package 1500K-5000K (excl video)
12.   ig : hidayatalrizqy -- Semarang
Yang ini punya temen SMA eijke, belum ada ig khusus foto-fotonyanya..jadi portofolio-portofolionya baru bisa dilihat di ig pribadi. Hehehe. Prewed package : 2500K-6500K, wed package 3750-7000K, video 2000K-3500K
Masih ada banyaaaak lagi pilihan vendor untuk foto dan video ini. Mulai dari harga yang terjangkau sampai harga yang bikin geleng-geleng kepala saking mahalnya. Saking banyaknya, bikin kita bisa pilih vendor mana yang sesuai dengan selera dan budget kita terutama. Hehehe
 Sekian dan terimakasih
PS: harga di atas berdasar survei tahun 2016, tidak menutup kemungkinan harga sekarang udah beda lagi.

Jumat, 27 Mei 2016

Review Proses Rekrutmen Seleksi Calon Dosen

Hmmm..kayaknya saya lagi hobi bikin review deh. Setelah sebelumnya review soal perkewongan, sekarang saya mau sharing soal proses rekrutmen seleksi calon dosen yang pernah saya ikuti. Total seleksi yang pernah saya ikuti sejumlah 4 universitas swasta dan 1 universitas negeri. Banyak ya..wkwkwk. Apalagi kalo soal jumlah lamaran yang sudah dikirim, jangan ditanya..banyak banget boook. Mulai dari yang emang lagi buka lowongan sampai yang nggak lagi buka lowongan saya daftarin semua. Mulai dari yang dapet panggilan tes cepet sampai yang katanya buka lowongan tapi sampai sekarang nggak ada kabar *huft, eijke tjurhat* Langsung aja berikut beberapa pengalaman saya waktu ikut seleksi calon dosen di beberapa universitas setelah lolos seleksi administratif :

1. Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Tahu ada lowongan dari sini lewat internet, terus selang beberapa hari langsung dapet panggilan interview. Interview awal ini dilakukan oleh 2 atau 3 orang wakil rektor *kalo ga salah* sama ada sekitar 2-3 orang dosen lainnya. Waktu itu interview langsung dilakukan serempak ke 5 orang kandidat calon dosen,  3 orang dari Fisika, 2 orang dari Teknik Industri. Jadi kelima interviewee duduk jejer-jejer gitu sambil jawab pertanyaan gantian dari interviewer. Saya jadi inget model interview awal BRI dulu. Hahaha. Pertanyaannya diawali dari perkenalan diri, lanjut ke motivasi, pengalaman kerja,  apa yang kamu ketahui soal universitas ini, rencana sistem mengajar, rencana 5 tahun ke depan, tridarma perguruan tinggi, dll. Tapi karena sesuatu dan lain hal saya nggak nglanjutin seleksi di sini, jadi nggak tahu kelanjutannya. Hehehe

2. Universitas Sahid Surakarta
Awalnya asal masukin lamaran aja ke sini, ternyata nggak lama setelah itu malah ada lowongan di sini dan saya dihubungi untuk tes beberapa hari kemudian. Hari pertama tes adalah interview dan hari kedua adalah psikotes. Interview awal ini lagi-lagi dilakukan oleh petinggi kampus, yaitu wakil rektor dan satunya lagi saya kurang tahu siapa, yang jelas orang penting juga. Dan ternyataaa, wakil rektornya adalah bapak dosen senior saya di undip yang baru saja purna tugas. Bapak-bapak satunya lagi ada yang bilang dari ITB tapi asalnya dari Semarang juga. Daaan saya nggak jadi wawancara saudara-saudara, malah dengerin nasihat  dan cerita-cerita dari beliau-beliau itu -_- saya nggak banyak dikasih pertanyaan semacam motivasi atau penelitian atau apalah, tapi malah diajakin cerita soal undip, sma 3, dll. Wkwkwk. Karena sesuatu dan lain hal juga, saya nggak nglanjutin tes di sini. Hehehe

3. Universitas Jendral Soedirman Purwokerto
Rekrutmen di unsoed ini adalah seleksi untuk dosen kontrak, karena memang belum ada formasi cpns. Seleksi di sini terdiri dari beberapa tahap dan sistemnya bukan sistem gugur. Jadi peserta diharuskan untuk mengikuti semua tahapan tes sampai selesai, baru pengumuman lolos atau tidak. 
a. Tahap pertama adalah tes tulis kompetensi dan mikroteaching yang dilakukan di masing-masing fakultas. Tes tulis kompetensinya terdiri dari 5-6 soal uraian yang harus dijawab, seingat saya tentang manufaktur, pengantar teknik industri, project management, terus apalagi ya..saya lupa. Setelah itu peserta tes secara bergantian tes praktik mengajar atau mikroteaching di hadapan kaprodi, dekan, dan wakil dekan, dengan menggunakan materi yang sudah disiapkan sebelumnya. 
b. Tahap kedua adalah psikotes yang dilakukan bersama-sama dengan peserta tes dari fakultas lain. Psikotesnya standarlah seperti psikotes lainnya, termasuk ada warteg test, gambar orang dan pohon, dll
c. Tahap ketiga atau tahap akhir adalah interview dengan pejabat universitas. Seingat saya waktu itu interview dilakukan dengan rektor, wakil rektor, dekan, terus siapa lagi ya..saya lupa..sekitar 4-5 orang. Interviewnya cukup singkat, tentang perkenalan diri, motivasi, latar belakang keluarga, penelitian, publikasi, dll.
Jeda antar tahapan tes hanya sekitar sehari, sementara jeda antara tahap terakhir dengan pengumuman sekitar 2-3 minggu kalo nggak salah.

4. Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
Tahapan tes di UAD ini cukup banyak dan dengan sistem gugur. Jadi yang bisa lanjut tahapan selanjutnya adalah yang lolos tahap sebelumnya. Tahapan tesnya di antaranya adalah :
a. Tahap pertama, yaitu tes TOEFL, microteaching, psikotes, dan LGD. Tes toefl dilakukan serempak dengan semua peserta dari fakultas lain di lab bahasa. Kemudian, esok harinya dilakukan tes microteaching di kampus masing-masing jurusan. Pada saat saya microteaching, peserta di dalam kelas adalah kaprodi, perwakilan universitas, dan beberapa mahasiswa *wow, agak ngeri kalo ada mahasiswanya, wkwkwk* Terus besoknya lanjut psikotes tertulis, ya...standarlah seperti biasa. Besoknya lagi lanjut interview psikolog dan LGD *ini tesnya maraton banget emang -_-* Interview psikolog saya dapet interviewer yang enak, yang wawancaranya sambil ketawa-ketawa dan diselingi banyak cerita. Hahaha. Pertanyaannya ya standarlah..perkenalan, motivasi, latar belakang keluarga, pengalaman kerja, penelitian, dll. Setelah selesai interview dilanjut LGD yang dilakukan di kelas dengan 10 peserta, waktu itu topiknya sekitaran kampus, mahasiswa, dan Indonesia.
b. Tahap kedua, yaitu wawancara akademik. Interviewernya adalah wakil rektor bagian akademik *kalo ga salah* Wawancara cuma sekitar 10-15 menit kayaknya, singkat banget. Soalnya antrian intervieweenya panjaaaaaang, dan interviewernya cuma satu orang. Materi wawancara cuma perkenalan, penelitian, dan publikasi, pokoknya serba singkat. 
c. Tahap ketiga atau akhir, yaitu wawancara kemuhammadiyahan dan Al Islam. Jadi tahap ini dibagi dua orang interviewer. Di interviewer satu, kita diminta praktek mengaji dan ditanya seputar kemuhammadiyahan. Di interviewer dua, kita diminta praktik tayamum, wudhu, dan solat subuh.
Jeda antar tahapan tes sekitar semingguan, sedangkan jeda antara tahap terakhir hingga pengumuman akhir cukup lama, sekitar hampir sebulan.

5. Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
Di UII saya sempat apply lamaran 2 kali. Yang pertama dari awal udah nggak lolos administrasi, karena syarat toefl minimal 550. Hahaha. Yang kedua setelah syarat toefl diturunkan menjadi 510, alhamdulillah diberi kesempatan untuk lolos administratif. Sistem yang digunakan untuk tahapan berikutnya adalah sistem gugur. Tahapan yang harus dilalui setelah seleksi administratif adalah :
a. Tahap pertama, terdiri dari dua hari. Hari ke-1, tes bahasa inggris dan potensi akademik, sedangkan hari ke-2, tes pengetahuan umum dan tes tulis pengetahuan agama. Tes bahasa inggrisnya mirip toefl walaupun nggak sama persis. Tes potensi akademiknya lupa kayak gimana..kayaknya sih mirip psikotes. Hahaha. Tes pengetahuan umum isinya kayak pelajaran kewarganegaraan gitu sama pengetahuan-pengetahuan dasar. Tes tulis pengetahuan agama juga sebenernya sama kayak pelajaran agama yang kita terima di sekolah, sifat-sifat Allah, macam-macam najis, dll, tapiiii...saya banyak yang udah lupa. Hahaha. 
Setelah tes tahap pertama ini saya langsung gugur. Wkwkwk. Tapi berhubung jadwal tes keseluruhan memang sudah diinformasikan di awal, jadi saya tahu tahapan-tahapan sesudahnya.
b. Tahap kedua, psikotes dan tes praktik keislaman.
c. Tahap ketiga, komitmen dan kompetensi.

Sekian sharing dari saya, semoga bermanfaat buat teman-teman yang berminat ikut rekrutmen calon dosen. Good luck fellas!

Jumat, 11 Desember 2015

Milestone kesekian



We never know what will happen in a second. Like I am. A few weeks ago was one of my big day, the day that i have to defend my master thesis.

Akhirnyaaaa, setelah hampir 2 tahun kembali duduk di bangku kuliah, tiba juga waktunya sidang akhir pendadaran yang seolah jadi penanda gerbang kelulusan. Setelah hampir setahun saya bergelut dengan segala hal yang berkaitan dengan penelitian tugas akhir, 23 November kemarin tiba juga waktu untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah saya kerjakan untuk penelitian di depan dosen-dosen penguji.
Daaaaan..singkat cerita, nggak sampai 1,5 jam di dalam ruang sidang, alhamdulillah lulus dengan revisian. Beberapa pertanyaan saya nggak bisa jawab, beberapa pertanyaan dijawab pake mikir lama, beberapa pertanyaan dijawab muter-muter dulu, beberapa pertanyaan dijawabnya harus diarahkan dosen dulu *akuhparahbanget* Hahaha..but it doesn’t matter anyway. Saya udah berusaha dan berdoa sebelumnya, hasil akhirnya serahkan sama yang di atas. hehehe
Apa yang saya lakukan selama hampir setahun untuk penelitian terbayar sudah. Mulai dari survei keliling Jogja sampai Klaten sambil bawa-bawa peta sendirian, ditawarin MLM gara-gara buka peta di tengah jalan, keluar masuk perusahaan-perusahaan, dinas-dinas, kantor gubernur, pustral sambil bawa-bawa proposal, dan lain sebagainya.


muka-muka fresh from the oven habis ujian

it has been 6 years (and still counting~) since i learn for industrial engineering

bukan dari teknik mesinnya, cuma numpang foto aja

Lalu..saya jadi flashback yang dulu-dulu. Februari 2014 pertama kalinya datang ke Jogja sebagai mahasiswa. Setelah pake acara galau-galau dulu soal mau lanjut sekolah lagi.
Terus..sekarang bahas yang seriusnya. Total SKS yang harus diselesaikan selama 4 semester sebanyak 44 SKS.Detail mata kuliah yang saya ambil di antaranya :

  • Semester 1 : Asas Teknik Industri, Metodologi Penelitian, Komputasi dan Pemrograman, Pemodelan Sistem; masing-masing 3 SKS
  • Semester 2 : Optimasi, Statistika Lanjut, Otomasi Sistem Manufaktur, Manajemen Proyek Lanjut, Teori Keputusan Lanjut, Data Mining; masing-masing 3 SKS 
  • Semester 3 : Teknik Rantai Pasok, Metaheuristik; masing-masing 3 SKS
  • Semester 4 : Tesis; 8 SKS

Saya...speechless mau nulis apa lagi. Saya cuma mau nulis aja, biar momen ujian akhir ini, yang jadi salah satu milestone di hidup saya nggak jadi lupa gitu aja. Biar saya inget, saya pernah sejauh ini melangkah. Huft, menye-menye.

Apalagi kalau ditarik mundur ke belakang lagi, 2008 yang lalu waktu saya masih awal jadi mahasiswa baru S1, masih alay-alaynya nulis blog, masih galau-galaunya gara-gara nggak diterima di universitas idaman. Singkat cerita, saya bisa menerima dan bertekad menjadi sebaik-baiknya yang saya bisa di manapun saya berada untuk belajar. Akhir 2013,  entah bagaimana setelah memutuskan keluar dari kerjaan pada saat itu, Allah swt ternyata kasih saya kesempatan untuk kuliah di kampus yang dulu pernah menolak saya mentah-mentah. Hahahaha.
Tuhan suka bercanda ya? The best God joke ever. Malu sendiri rasanya dulu sering bertanya-tanya kenapa doa saya nggak dikabulkan, kenapa kerja keras saya terasa sia-sia. Ternyata doa saya bukannya nggak dikabulkan, tapi ditunda karena memang belum waktunya... Dan nyatanya saya justru mendapat lebih dari apa yang saya minta sebelumnya.
We never know what might be happened tomorrow..but God knows the best. Huft, ini lebih menye-menye.

Setelah ini saya akan kembali memulai satu fase baru dari awal *bentangkan dreamboard lebar-lebar* Deg-degan sih, agak takut kalo kenapa-kenapa..but they convince me that this is gonna be allright. Sudah cukup saya berada di zona nyaman sebagai mahasiswa di Jogja. Hahaha

Btw, malam ini harusnya saya nyicil packing barang-barang yang harus dibawa pulang ke Semarang..tapi males. Tinggal menghitung hari saya hengkang dari Jogja, kota yang udah jadi rumah kedua buat saya, yang dari awal saya datang, saya nggak pernah merasa asing sama kota ini, saya merasa diterima sepenuh hati *oke ini lebay*
This 2 years full of things related to you..I couldn’t say anything, yet I really felt a sincere kindness.  Still being a good partner, still being a humble friend, for everyone that came over to see you.
Sebab kata Joko Pinurbo, Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan. Sebab itu di setiap sudutnya ada memorabilia yang menunggu, ada kenang yang terulang menjelang petang, dan ada syukur yang dirayakan saat semesta mengizinkanmu kembali datang.

Yogyakarta, 11 Desember 2015.
Postingan ngalor ngidul tiba-tiba tanpa editing karena di luar hujan.