Get me outta here!

Jumat, 27 Mei 2016

Review Proses Rekrutmen Seleksi Calon Dosen

Hmmm..kayaknya saya lagi hobi bikin review deh. Setelah sebelumnya review soal perkewongan, sekarang saya mau sharing soal proses rekrutmen seleksi calon dosen yang pernah saya ikuti. Total seleksi yang pernah saya ikuti sejumlah 4 universitas swasta dan 1 universitas negeri. Banyak ya..wkwkwk. Apalagi kalo soal jumlah lamaran yang sudah dikirim, jangan ditanya..banyak banget boook. Mulai dari yang emang lagi buka lowongan sampai yang nggak lagi buka lowongan saya daftarin semua. Mulai dari yang dapet panggilan tes cepet sampai yang katanya buka lowongan tapi sampai sekarang nggak ada kabar *huft, eijke tjurhat* Langsung aja berikut beberapa pengalaman saya waktu ikut seleksi calon dosen di beberapa universitas setelah lolos seleksi administratif :

1. Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Tahu ada lowongan dari sini lewat internet, terus selang beberapa hari langsung dapet panggilan interview. Interview awal ini dilakukan oleh 2 atau 3 orang wakil rektor *kalo ga salah* sama ada sekitar 2-3 orang dosen lainnya. Waktu itu interview langsung dilakukan serempak ke 5 orang kandidat calon dosen,  3 orang dari Fisika, 2 orang dari Teknik Industri. Jadi kelima interviewee duduk jejer-jejer gitu sambil jawab pertanyaan gantian dari interviewer. Saya jadi inget model interview awal BRI dulu. Hahaha. Pertanyaannya diawali dari perkenalan diri, lanjut ke motivasi, pengalaman kerja,  apa yang kamu ketahui soal universitas ini, rencana sistem mengajar, rencana 5 tahun ke depan, tridarma perguruan tinggi, dll. Tapi karena sesuatu dan lain hal saya nggak nglanjutin seleksi di sini, jadi nggak tahu kelanjutannya. Hehehe

2. Universitas Sahid Surakarta
Awalnya asal masukin lamaran aja ke sini, ternyata nggak lama setelah itu malah ada lowongan di sini dan saya dihubungi untuk tes beberapa hari kemudian. Hari pertama tes adalah interview dan hari kedua adalah psikotes. Interview awal ini lagi-lagi dilakukan oleh petinggi kampus, yaitu wakil rektor dan satunya lagi saya kurang tahu siapa, yang jelas orang penting juga. Dan ternyataaa, wakil rektornya adalah bapak dosen senior saya di undip yang baru saja purna tugas. Bapak-bapak satunya lagi ada yang bilang dari ITB tapi asalnya dari Semarang juga. Daaan saya nggak jadi wawancara saudara-saudara, malah dengerin nasihat  dan cerita-cerita dari beliau-beliau itu -_- saya nggak banyak dikasih pertanyaan semacam motivasi atau penelitian atau apalah, tapi malah diajakin cerita soal undip, sma 3, dll. Wkwkwk. Karena sesuatu dan lain hal juga, saya nggak nglanjutin tes di sini. Hehehe

3. Universitas Jendral Soedirman Purwokerto
Rekrutmen di unsoed ini adalah seleksi untuk dosen kontrak, karena memang belum ada formasi cpns. Seleksi di sini terdiri dari beberapa tahap dan sistemnya bukan sistem gugur. Jadi peserta diharuskan untuk mengikuti semua tahapan tes sampai selesai, baru pengumuman lolos atau tidak. 
a. Tahap pertama adalah tes tulis kompetensi dan mikroteaching yang dilakukan di masing-masing fakultas. Tes tulis kompetensinya terdiri dari 5-6 soal uraian yang harus dijawab, seingat saya tentang manufaktur, pengantar teknik industri, project management, terus apalagi ya..saya lupa. Setelah itu peserta tes secara bergantian tes praktik mengajar atau mikroteaching di hadapan kaprodi, dekan, dan wakil dekan, dengan menggunakan materi yang sudah disiapkan sebelumnya. 
b. Tahap kedua adalah psikotes yang dilakukan bersama-sama dengan peserta tes dari fakultas lain. Psikotesnya standarlah seperti psikotes lainnya, termasuk ada warteg test, gambar orang dan pohon, dll
c. Tahap ketiga atau tahap akhir adalah interview dengan pejabat universitas. Seingat saya waktu itu interview dilakukan dengan rektor, wakil rektor, dekan, terus siapa lagi ya..saya lupa..sekitar 4-5 orang. Interviewnya cukup singkat, tentang perkenalan diri, motivasi, latar belakang keluarga, penelitian, publikasi, dll.
Jeda antar tahapan tes hanya sekitar sehari, sementara jeda antara tahap terakhir dengan pengumuman sekitar 2-3 minggu kalo nggak salah.

4. Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
Tahapan tes di UAD ini cukup banyak dan dengan sistem gugur. Jadi yang bisa lanjut tahapan selanjutnya adalah yang lolos tahap sebelumnya. Tahapan tesnya di antaranya adalah :
a. Tahap pertama, yaitu tes TOEFL, microteaching, psikotes, dan LGD. Tes toefl dilakukan serempak dengan semua peserta dari fakultas lain di lab bahasa. Kemudian, esok harinya dilakukan tes microteaching di kampus masing-masing jurusan. Pada saat saya microteaching, peserta di dalam kelas adalah kaprodi, perwakilan universitas, dan beberapa mahasiswa *wow, agak ngeri kalo ada mahasiswanya, wkwkwk* Terus besoknya lanjut psikotes tertulis, ya...standarlah seperti biasa. Besoknya lagi lanjut interview psikolog dan LGD *ini tesnya maraton banget emang -_-* Interview psikolog saya dapet interviewer yang enak, yang wawancaranya sambil ketawa-ketawa dan diselingi banyak cerita. Hahaha. Pertanyaannya ya standarlah..perkenalan, motivasi, latar belakang keluarga, pengalaman kerja, penelitian, dll. Setelah selesai interview dilanjut LGD yang dilakukan di kelas dengan 10 peserta, waktu itu topiknya sekitaran kampus, mahasiswa, dan Indonesia.
b. Tahap kedua, yaitu wawancara akademik. Interviewernya adalah wakil rektor bagian akademik *kalo ga salah* Wawancara cuma sekitar 10-15 menit kayaknya, singkat banget. Soalnya antrian intervieweenya panjaaaaaang, dan interviewernya cuma satu orang. Materi wawancara cuma perkenalan, penelitian, dan publikasi, pokoknya serba singkat. 
c. Tahap ketiga atau akhir, yaitu wawancara kemuhammadiyahan dan Al Islam. Jadi tahap ini dibagi dua orang interviewer. Di interviewer satu, kita diminta praktek mengaji dan ditanya seputar kemuhammadiyahan. Di interviewer dua, kita diminta praktik tayamum, wudhu, dan solat subuh.
Jeda antar tahapan tes sekitar semingguan, sedangkan jeda antara tahap terakhir hingga pengumuman akhir cukup lama, sekitar hampir sebulan.

5. Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
Di UII saya sempat apply lamaran 2 kali. Yang pertama dari awal udah nggak lolos administrasi, karena syarat toefl minimal 550. Hahaha. Yang kedua setelah syarat toefl diturunkan menjadi 510, alhamdulillah diberi kesempatan untuk lolos administratif. Sistem yang digunakan untuk tahapan berikutnya adalah sistem gugur. Tahapan yang harus dilalui setelah seleksi administratif adalah :
a. Tahap pertama, terdiri dari dua hari. Hari ke-1, tes bahasa inggris dan potensi akademik, sedangkan hari ke-2, tes pengetahuan umum dan tes tulis pengetahuan agama. Tes bahasa inggrisnya mirip toefl walaupun nggak sama persis. Tes potensi akademiknya lupa kayak gimana..kayaknya sih mirip psikotes. Hahaha. Tes pengetahuan umum isinya kayak pelajaran kewarganegaraan gitu sama pengetahuan-pengetahuan dasar. Tes tulis pengetahuan agama juga sebenernya sama kayak pelajaran agama yang kita terima di sekolah, sifat-sifat Allah, macam-macam najis, dll, tapiiii...saya banyak yang udah lupa. Hahaha. 
Setelah tes tahap pertama ini saya langsung gugur. Wkwkwk. Tapi berhubung jadwal tes keseluruhan memang sudah diinformasikan di awal, jadi saya tahu tahapan-tahapan sesudahnya.
b. Tahap kedua, psikotes dan tes praktik keislaman.
c. Tahap ketiga, komitmen dan kompetensi.

Sekian sharing dari saya, semoga bermanfaat buat teman-teman yang berminat ikut rekrutmen calon dosen. Good luck fellas!

Kamis, 26 Mei 2016

Review Sanggar Rias Pernikahan di Semarang (Part 2)

Lanjutan dari postingan sebelumnya tentang sanggar rias pernikahan di Semarang, survey saya berlanjut ke beberapa tempat berikut :

            Rumah Pengantin Namira
Sebelum survey langsung ke sini saya udah pernah minta pricelist dulu by email. Jadi udah tahu gambaran harganya, hehehe. Waktu survey pertama ke sana sempet salah tempat, bukan ke sanggarnya tapi malah ke rumahnya di Kumudasmoro. Udah sampe muter-muter dan nyasar gitu padahal -_- Untungnya survey ke sana pas hari Minggu, jadi tetep bisa ketemu ownernya, mba Rika, di rumahnya. Terus dikasih tahu kalo sanggarnya ada di jl. Satria deket Poncol, jadi kalo mau lihat kebaya-kebaya dan foto-fotonya ada di sana semua. Pfft. Akhirnya janjian lagi deh minggu depannya di sanggar. Kebaya-kebayanya bagus-bagus dan pilihannya banyak menurut saya, kebaya beludurunya nggak cuma hitam, tapi ada maroon, terus apa lagi gitu saya lupa. Hahaha. Hasil makeupnya juga bagus. Untuk contoh hasil makeup solo hijab dan paes ageng saya udah lihat-lihat di ig-nya walaupun nggak banyak. Kata mba Rika, kalo hijab gitu memang bagusnya untuk nutupin lehernya pake stocking warna kulit dan kebaya yang dipake yang kerah tinggi. Untuk harganya, solo dan jogja putri 8jt, solo basahan dan muslim 9jt, paes ageng 10jt, include makeup+attire akad dan resepsi dua pengantin, makeup+ attire akad orangtua dan besan (kecuali kebaya ibu dan besan), semuanya udah termasuk pendampingan prosesi adat dan disediakan perkakas-perkakas adatnya. Tapi nggak disediain sajen apa gitu saya lupa..nasi kuning apa ya..kalo mau disediain komplit sajennya nambah 350rb. Untuk makeup sepasang among tamu 350rb, penjaga kado 300rb. Terus di sini juga ditawarin paketan gitu termasuk udah ada WO-nya juga, mereka pake WO Lumintu. Paket yang paling murah untuk acara 2 hari include rias, dekorasi gedung, kamar pengantin, rumah, mobil pengantin, hiburan solo organ, dokumentasi, pranotocoro, cucuk lampah, harga 50jt. Kalo acara cuma satu hari tanpa siraman, midodareni, endesbre, endesbreee, jatuhnya 40jtan lebih dikit. Vendor fotonya pake dreamylook, dekorasi pake alamanda, terus ada ketentuan kalo mau pake vendor selain yang ada di paketan, maksimal cuma boleh ganti 2 vendor.
Alamat : Jl. Satria Utara no. 211 Semarang; 081329290227

            Sanggar Anting Wulan
Sanggar terakhir yang saya datangi ini atas rekomendasi dari bapak-bapak catering tetangganya temen kantornya ibu. Sebenernya saya udah pernah lihat-lihat ig dan websitenya juga. Pricelist juga udah punya soalnya langsung dipublish di webnya, dan tentu saja lebih terjangkauu. Heheee. Akhirnya setelah 2x ke sanggar tapi nggak ketemu sama ownernya (karena nggak janjian dulu). Akhirnya kedatangan saya yang ketiga kalinya ini bisa ketemu juga sama bu Mia, ownernya. Alhamdulillaaaaah. Bu Mia ini ternyata juga dosen psikologi di UKSW Salatiga, jadi mungkin kalo hari-hari biasa agak susah ditemui kalo nggak janjian dulu. Sampai di sana ngobrol-ngobrol terus dikasih brosur pricelist yang padahal eijke udah punya. Wkwkwkwk. Terus lihat-lihat foto hasil makeupnya, sayangnya yang di foto nggak ada model solo hijabnya. Kata Bu Mia, ada contoh solo hijab di instagramnya, cuma ternyata di situ mbak pengantinnya request lehernya nggak ditutup stocking. Jadi kerah kebayanya tinggi terus telinganya ditutupin bunga. Habis itu lihat-lihat kebayanya, ada banyaaak pilihan, yang beluduru nggak cuma hitam. Ada tosca, maroon, putih, dll, beludru hitamnya pun ada 3 macam. Untuk paket rias aja, harga 5jt include makeup+attire akad dan resepsi dua pengantin, makeup+ attire akad orangtua dan besan. Kalo paket sehari di gedung harga 22,5jt include makeup+attire akad dan resepsi dua pengantin, makeup+ attire akad orangtua dan besan, makeup+attire 4 orang penjaga kado dan 4 pasang among tamu, dekorasi gedung, dokumentasi foto, pranotocoro, hiburan solo organ, udah pake perkakas sajen-sajen adat juga kayaknya. Dan udah termasuk kayak di-WO-in juga ksepertinya..soalnya paket komplit semua ambil dari sini. Untuk paket acara 2 hari yang nambah pake siraman, midodareni, dekor rumah, endesbre-endesbreee harga 30jt, semua pricelist lengkap di websitenya. Terus lagi kita nggak harus ambil semua paketannya, misal mau pake dokumentasi dari luar nanti harga paketnya dikurangi dokumentasinya dari sini. Oh iya, gratis foto prewed juga di sini buat yang ambil paket lengkap. Kalo lihat di ig-nya sih, lokasi prewednya kebanyakan di rumah bu Mia ini yang sekaligus jadi sanggarnya. Jadi rumahnya ini bentuknya rumah Bali, dominasi warna coklat kayu gitu, jadi cocok buat foto-foto irit, nggak jauh-jauh dan nggak panas-panas. Wkwkwk. Habis itu karena masih kurang puas lihat-lihat fotonya solo hijab, dikirimin bu Mia hasil rias solo hijab yang closeup gitu via whatsapp. Terus saya dengan pedenya ngirimin foto rias solo hijab yang saya dapat dari ig MUA terkenal, terus nanyain kalo lehernya ditutup kayak di foto gimana. Kata ibunya bisa, nanti pake stocking warna kulit. Horay.
Alamat : Jl. Karangrejo Selatan VI/38, Jatingaleh, Semarang; ; 08156516524

Berikut beberapa sanggar lainnya yang saya survey lewat internet :
     
      Sanggar Rias Katon Ayu
Sebenernya sempet dateng langsung ke sini, tapi karena waktu itu hari Minggu dan ibu ownernya lagi ada job rias, jadi nggak bisa ketemu. Dan lagi ternyata sanggarnya buka cuma dari Senin-Sabtu.
Alamat : Jl. Gaharu Utara, no. 37-39, Banyumanik, Semarang; 0247472494; 08122908591
     
      Sanggar Rias Pandanwangi
Minta pricelist by email, range harga 11-12,5jt include makeup akad dan resepsi dua pengantin, orangtua dan besan, makeup+attire penjaga kado @375rb, makeup+ kain among tamu @250rb
Alamat : Jl. Lamongan Raya no. 8, Sampangan, Semarang; 08122557768; 081357337880
   
      Sanggar Rias Denar Kusuma
Minta pricelist by email, range harga 9,5-12jt include makeup akad dan resepsi dua pengantin, orangtua dan besan, makeup+attire jaga kado @450rb, makeup+ kain @550rb, dekor gedung start from 15jt
Alamat :Ruko Artamas Jl. Supriyadi No. 12-J Semarang; 0246725352; 08122809462
   
      Sanggar Rias Dwikusuma
Minta pricelist via whatsapp, 8 jt include makeup+attire akad dan resepsi dua pengantin, makeup+ attire akad orangtua dan besan (kecuali kebaya ibu dan besan), makeup+attire penjaga kado @250rb, among tamu putra beskap lengkap dari perias @200rb, basofi lengkap dari perias @150rb, among tamu putri kebaya sendiri @200rb.
Alamat : Jl. Proton IV, Blok AB-V no. 12, Cluster Quanta, Perum Permata Puri, Ngaliyan, Semarang; 081325511075
   
      Sanggar Rias Dian Pravitasari
Minta pricelist by email, ada banyak paket, paket makeup+attire akad dan resepsi dua pengantin, makeup+ attire akad orangtua dan besan 6jt, dekor gedung 9jt, pranotocoro 1 hari 750rb, solo organ 2jt, foto dan video 4,5jt, paket siraman+midodareni 5,5jt include dekor rumah, kamar, perkakas dodol dawet, endembre-endembreee.
Alamat : Perum Klipang Pesona Asri, Jl. Cemara Raya no. 84 Klipang, Semarang; 085641602006
   
      Sanggar Rias Mustika Sari
Alamat : Jati Raya Utama 1 no. 7 Banyumanik, Semarang; 0247473154; 085865592020
   
      Sanggar Rias Arum Cepoko
Alamat : daerah Kanfer dan Trunojoyo Banyumanik ; 0811297500
   
      Sanggar Rias Hayu
Alamat : Jl. Kedungmundu Lama no. 234 rt 04 rw 01 Sambiroto, Semarang; 085866460499
IG : hayurias
   
      Sanggar Rias Esti
Telp : 082227134805
   
      Sanggar Rias Agung
Alamat : Jl. Gaharu Timur Dalam 3 no. 256 Banyumanik, Semarang; 085641979698

Review Sanggar Rias Pernikahan di Semarang (Part 1)

Setelah hampir sebulanan lebih ngubek-ngubek instagram, blogwalking ke mana-mana dan survey ke beberapa tempat akhirnya saya memutuskan bikin sedikit ringkasan hasil hunting MUA a.k.a tukang rias di Semarang. Mengingat lumayan banyaaaak pilihan MUA pernikahan di Semarang, berikut beberapa pilihan sanggar rias yang cukup aktif di dunia peronlinenan *soalnya sebelum survey langsung, hunting dulu di dunia maya*

            Sanggar Rias Suryo Pandhito
Dari hasil kepo-kepo di forum pernikahan, instagram, dan website, banyak yang merekomendasikan sanggar ini. Walaupun relatif cukup  baru di Semarang, tapi hasil make upnya bagus dan haluuus. Daaan yang paling penting dari hasil review blogger dan chit chat di forum wedding, harganya lumayan nggak pricey. Setelah meluncur ke TKP langsung, saya ketemu langsung dengan ownernya yang cantik, Ibu Yus, sama satu lagi ketemu bapak-bapak yang kayaknya sih marketingnya gitu. Terus lihat-lihat katalognya gitu..hasil makeupnya bagus, bikin pengantinnya jadi cantik-cantik, model pengantin hijabnya juga bagus, tradisionalnya juga bagus. Solo hijab dan paes ageng hijabnya juga rapi-rapi, nggak kelihatan ngganjel jilbabnya menurut saya. Pilihan kebayanya juga kayaknya lumayan banyak, walaupun nggak lihat langsung. Terus langsung deh nanya-nanya harga. Saya dapet harga 13jt untuk pengantin model solo hijab include makeup+attire akad dan resepsi dua pengantin, makeup+ attire akad orangtua dan besan, makeup+ attire 4 orang penjaga kado, plus bonus disediakan rangkaian sesajen adat *ternyata mehong pemirsah* Kalo mau nambah makeup sepasang among tamu kena 350rb. Terus ditawarin juga paketan sama bapak-bapaknya itu, dekor 15jt, hiburan akustik 6-6,5jt, solo organ 4,5jt, pronotocoro 1jt-1,5jt *wow tetep mehong* Padahal baca-baca di forum wedding gitu ada yg dapet harga 3,5jt tahun 2015, tapi setelah saya crosscheck lagi ternyata itu nggak termasuk baju akad+resepsi cuma makeup pengantin wanita, ibu dan besan, riasannya juga syari yg sederhana gitu. Habis itu katanya sih detail penawaran paketnya mau dikirim via email, tapi sampai sekarang nggak dikirim-kirim.
Alamat : Jl. Karangrejo Raya no. 265, Jatingaleh, Semarang; 085641895857
            Sanggar Rias Zahra
Dari hasil googling, ternyata banyak sanggar rias yang bagus di daerah Banyumanik. Karena dekat dengan rumah, jadi bisa langsung ke sana buat nanya-nanya. Di sana saya nggak ketemun ownernya langsung, cuma ketemu sama asistennya saja. Terus lihat-lihat foto hasil riasannya. terutama yang bagian solo hijab dan paes ageng hijab. Soalnya berdasarkan survei di ig, saya lebih suka lihat yang  bagian lehernya ditutupin pake stocking warna kulit daripada kain yang bling-bling gitu atau warna selain warna kulit. Kata mbak asistennya, biasanya nutupin lehernya nggak mesti pake warna kulit tapi disesuaikan sama warna bajunya, biar kelihatan nggak putus gitu katanya. Saya sih ngangguk-ngangguk aja memahami perbedaan pendapat yang ada. Wkwkwk. Terus to the point nanya harga untuk solo hijab, dikasih mbaknya oret-oretan paket makeup+attire akad dan resepsi dua pengantin, makeup+ attire akad orangtua dan besan, plus bonus makeup+ attire 4 orang penjaga kado 10jt *yes, lebih murah, walaupun tetep mehong* Kalo nambah makeup sepasang among tamu plus dipinjemin beskap dan sepasang jarik nambah 450rb. Tapi, enaknya di sini boleh bawa MUA lain dari luar. Jadi, boleh-boleh aja misal untuk makeup among tamu nggak pake dari sanggar ini, siapa tau lebih irit. Hehehe. Selain rias, bisa juga minta pronotocoro dan cucuk lampah dari sini, harganya lupa berapa, oret-oretan saya entah di mana. Untuk paketan dekor dll di sini nggak menyediakan, tapi kemarin katanya biasanya mereka kerja bareng sama dekor Mudo Asri, kalo fotonya biasanya sama Momentum sekitar 6,5-7 jt *kayaknya..saya lupa..hehehe*
Alamat : Jl. Saninten Raya no. 127, Banyumanik, Semarang

(to be continue…)

Jumat, 15 April 2016

Review Gedung Resepsi Pernikahan di Semarang

Halo!
Saya mau sharing hasil survei ke beberapa tempat yang dapat dijadikan sebagai alternatif tempat resepsi pernikahan di Semarang. Berhubung cuma survei ke tempat yang deket-deket aja, beberapa venue yang direview cuma venue yang berlokasi di Semarang atas.

  1. Gedung Karina
Lokasi :  Jl. Jati Raya No.51, Padangsari, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah

Katanya gedung ini dulu bekas bioskop, jadi interiornya masih ada bekas lorong-lorong kayak di bioskop gitu. Letaknya agak masuk sih, nggak di pinggir jalan raya besar..dan di sekitarnya banyak kompleks perumahan.
Saya datang ke lokasi sekitar pukul 10, tapi ternyata gedung masih dalam keadaan tertutup rapat bahkan gerbangnya masih dikunciin -___- Akhirnya ibu memutuskan telpon contact personnya aja, nomornya udah tertera di papan nama gedung. Ternyata bapak yang jaga gedung baru standby sore dong. Pffft. Yaudah akhirnya nanya-nanya by phone aja.

Harga sewa : Rp. 5.000.000 untuk siang dan malam tarif sama
Fasilitas : AC, kursi sebanyak 40 buah, parkir dalam lingkungan gedung (nggak nanya banyak soalnya cuma by phone)

nemu foto seadanya dari internet
Karena gedungnya nggak terlalu besar dan lokasinya yang agak masuk, saya pikir sewanya paling sekitar 2-3juta saja, tapi ternyata salah. Hahaha. Daaan kelupaan nanya kapasitas gedung. Tapi sayangnya parkirnya sempit..kalo kurang lahan parkir tamu harus parkir di pinggir jalan, dan biasanya bakal ada tukang parkir dadakan. Jadi tamu-tamunya harus bayar parkir segala.

  1. Balai Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Jawa Tengah (Gedung Pertemuan Sasana Widya Praja)
Lokasi : JL. Setiabudi, No. 201 A, Semarang

Ini gedung kayaknya jadi favorit untuk tempat resepsi di Semarang atas. Nggak cuma buat mereka yang rumahnya di atas aja, bahkan katanya yang rumahnya Ngaliyan sampai Genuk juga cari gedung di sini.
Seringnya gedung ini full booked kalo kita nggak pesen jauh-jauh hari. Kata bapak yang jaga, bulan Agustus tahun depan pun udah ada yang booking -_____- Untuk amannya, mungkin sekitar setahun sebelum hari H harus udah mulai survei-survei venue kali ya. Kelebihannya di sini kita bisa lihat jadwal gedung yang udah dibooking secara online lewat infosewa.diklatjateng.info. Jadi sebelum ke sini paling nggak udah ada gambaran jadwal gedung kosong kapan aja. Kelebihan lainnya adalah kita nggak perlu pake dp untuk booking gedung. Hmm..tapi ya jadinya memungkinkan orang jadi asal booking atau cancel jadwal tapi nggak ngabarin (curhat bapaknya yang jaga).

Harga sewa : Rp. 6.500.000 siang, Rp. 7.000.000 malam
Fasilitas : kapasitas 800 orang, full AC (central dan portable), listrik 30rb watt, genset, kursi lipat 100 buah, sound system standard, VIP room untuk ruang ganti, parkir luas, toilet, keamanan

Gedungnya cukup luas, panggungnya juga besar, interior dan eksteriornya bagus, parkirnya juga lumayan luas. Ruang ganti yang disediakan juga cukup luas, sudah dilengkapi toilet juga. Lokasinya nggak pinggir jalan besar persis sih, agak masuk dikit dari jalan besar. Tapi di jalan masuknya udah ada tulisan Balai Diklat Srondol. Yang agak beda dari gedung-gedung lain mungkin di letak panggungnya ya..jadi panggungnya itu letaknya di sebelah kanan pintu utama. Kalo yang biasanya kan dari pintu utama kita tinggal lurus aja buat ke panggungnya. Jadi denahnya gini.
kesannya masuknya kayak dari samping
Di dalam gedung juga disediakan LCD projector, tapi kena charge 200rb untuk setiap titik pemakaian. Ada seperangkat gamelan juga di pojokan, kayaknya kalo mau pake kena charge juga. Jadi dengan harga sewa segitu dibandingkan sama lainnya sejauh yang saya tahu,  yang ini lebih worthed sih.

tampak samping

panggung yg di pojokannya ada gamelan

tampak dalam (1)

tampak dalam (2)

tampak dalam (3)

VIP room untuk transit

bagian teras

  1. Pondok  Serrata Semarang
Lokasi : Jalan Setia Budi No. 108, Semarang

Pondok serrata ini hotel dan resto yang lokasinya ada di pinggir jalan raya utama dan sering dipake buat acara pertemuan, seminar atau resepsi pernikahan. Hall yang dipakai untuk acara resepsi saya pikir cuma berkapasitas kecil, ternyata kata mbak marketingnya kapasitasnya sekitar 300-1200 orang, jadi untuk sekitar 150-600 undangan. Kalo undangan kurang dari 150 maka akan dikenakan charge. Untuk acara resepsi, selain pakai hall utama, nanti bisa sampai pakai bagian outdoornya yang dekat kolam renang. Dan setelah dilihat-lihat hall serrata kelihatan kecil mungkin karena ceiling hallnya yang rendah, terus banyak tiang-tiang gitu di dalam ruangan, ditambah lagi pas saya survei ada banyak meja kursi di situ jadi ruangannya kelihatan sempit.
Kelebihannya di sini adalah free sewa tempat dan kayak udah ada WOnya dari Serrata, karena dari sana yang mengontrol jalannya acara. Parkirnya juga lumayan kayaknya, karena ada di bagian depan dan belakang. Sayangnya, karena free tempat kita diharuskan buat ambil catering dari sana dengan harga buffet yang lumayan mahal menurut saya, harga buffetnya minimal Rp. 50.000/pax. Padahal banyak catering yang lebih murah dan dengan rasa lumayan. Hahaha. Selain itu panggungnya terlalu kecil menurut saya.

Biaya sewa : free: tapi harus ambil catering dari Serrata (buffet min. Rp. 50rb/pax, pondokan started from Rp. 10rb), additional charge hiburan, setting ruang, kemanan Rp. 3.500.000
Fasilitas : gedung dan ac, free 1 kamar deluxe double selama satu malam, peralatan seperti meja, kursi, taplak, pita, listrik untuk video shooting (tidak termasuk video shooting), test food utk 6 orang.

Kalo untuk acara yang nggak terlalu banyak tamu dan intimate gitu, cocok sih menurut saya. Tapi kalo tamu agak banyak dan budget minimal yaaaah..Hahaha
pilarnya nutupinnya lumayan -_-

panggungnya lumayan kecil

tampak dalam

tampak dalam (2)

bagian samping hall dekat kolam renang

Minggu, 03 April 2016

Getting older..become more complicated choices then

"Selamat ya mbaa"
Line tiba-tiba dari sepupu saya yang mengabarkan jika saya dinyatakan diterima sebagai tenaga kontrak di sebuah PTN di Jawa Tengah. Sesuatu yang bahkan nggak pernah saya rencanakan sebelumnya. Kalo dulu ibu nanya kenapa nggak pengen ngajar di negeri, saya cuma jawab "nggak ah di swasta aja, lebih enak kayaknya, hehe" sumpah cetek banget. Pikir saya pada saat itu negeri pasti persaingannya berat, cuma orang-orang pilihan yang mampu, dan sepertinya saya bukan orang yang terpilih itu.
Beberapa minggu lalu.
X : "kamu serius mau daftar ke situ?"
Y : "ya, insyaAllah. kan belum tentu ketrima juga, itung-itung  buat latihan proses rekruitmen kalo aku mau daftar ke tempat lain"
X : "tapi itu jauh loh dari Semarang, kalo nanti kamu ketrima aku gimana?"
Y : "hmm..." (dan sayapun bingung harus jawab gimana, hahaha)
-------------
Saya masih bengong mengamati pengumuman hasil penerimaan yang dikirim sepupu saya. Berpikir keras dan udah kepikiran dari sebelum-sebelumnya sebenernya. Surely it doesn't include in my prior dreamboard. Saya memang bercita-cita ingin menjadi star pengajar hingga akhirnya memutuskan resign dari kerja untuk kemudian melanjutkan sekolah lagi. Rencana saya pada saat itu, setelah lulus kuliah pengennya kerja dekat rumah, ehehehehe. Semarang atau dulu saya pengen banget bisa hidup di Jogja, like what I write in 2012. Sesuatu yang saya pikir dulu impossible.
Then time flies..who knows it looks like not impossible anymore. Saya memang belum pasti 100% bisa hidup bekerja di sana seperti yang saya cita-citakan dulu, tapi peluang yang ada besar. Cukup besar. Harusnya saya senang mengingat saya adalah tipikal yang kalo punya keinginan "entah gimana akan selalu saya usahakan sampai titik penghabisan"
....
Tapi semangat saya untuk mewujudkan cita-cita itu sudah tidak menggebu-gebu seperti dulu.
...
Kembali ke soal tenaga kontrak.
Iya sih PTN, berpeluang untuk bisa jadi PNS, walaupun nggak selalu kualitas swasta di bawah negeri ya. Tapi pertimbangannya agak berat juga jadi tenaga kontrak, karena saya merasa masih nggak aman sebenernya.
Pertimbangan lebih berat lainnya adalah lokasinya yang cukup jauh dari rumah, walaupun masih sama-sama di jawa tengah. Saya tahu, harusnya bersyukur karena nggak harus sampai beda pulau. Tapi..ya..5-6 jam perjalanan pulang ke rumah  dengan ongkos lumayan buat tenaga kontrak..yaaaah..hahahaha.
Banyak hal yang berubah dalam beberapa tahun ini, termasuk kondisi keluarga. Bekerja dengan menetap di kota yang cukup jauh dari rumah sepertinya cukup berat mengingat kondisi keluarga saya yang sekarang. Karena saya akan sulit pulang sewaktu-waktu untuk menengok rumah..tapi di sisi lain saya seperti..I've to get my job soon..I couldn't doing nothing..panggilan hati  sebagai anak pertama. Saya nggak mungkin nggak melakukan apa-apa dengan keadaan sekarang, ada hal-hal yang bikin saya 'sengotot' ini untuk segera bekerja. Mungkin agak terdengar berlebihan. Tapi yaa..kondisi sekarang ini membuat saya merasa tertampar kalau ingat dulu saya gampang sekali mengeluh untuk hal-hal sepele, untuk hal-hal yang nggak seberat dibandingkan dengan masalah orang-orang lain di luar sana. Kadang-kadang kepikiran kenapa sekarang harus begini, kenapa Allah nggak mengembalikan keadaan keluarga saya menjadi 'baik-baik' seperti dulu, kenapa...ah God knows the best..then I should be grateful for who i am.
----------
Y : "kerja di Jogja itu udah jadi cita-citaku dari lama, udah sampai ditulis di blog malah"
X : "yaa.."
Y : "soalnya masih deket dari rumah juga, jadi aku masih bisa sering pulang. Dan sekarang peluangnya terbuka lebar. Terus..gatau kenapa emang pengen di sana dari dulu. Lagian di Semarang buat tespun aku kayak nggak dikasih kesempatan"
X : "rasa cita-citanya masih sama?"
Y : saya diam.. "Engga"
....
Semangat saya untuk mewujudkan cita-cita itu sudah tidak menggebu-gebu seperti dulu. Rasanya sudah tidak sama.
...
Jujur, semangat saya sedikit demi sedikit menguap. Semangat saya masih ada walaupun sudah nggak sebesar dulu. Apa yang terjadi beberapa waktu ini membuat saya harus sedikit mengubah haluan rencana-rencana besar saya. Bagi saya ini besaaaar walaupun mungkin bagi orang lain ini cuma remah-remah  Karena saya terbiasa membuat perencanaan-perencanaan dalam hidup dan berusaha sekuat tenaga untuk itu.

Alasan pertama, keluarga.

Alasan kedua, orang baru yang tiba-tiba datang dengan santainya dalam kehidupan saya, yang pada akhirnya menjadi bagian dalam rencana masa depan saya, yang membuat saya harus mempertimbangkan kembali langkah-langkah saya, yang kemudian membuat cita-cita saya dulu sudah tidak begitu menggebu-gebu.
Saya cukup beruntung karena saya nggak benar-benar harus merelakan beberapa hal yang saya inginkan. Alhamdulillah partner masih bisa diajak kompromi. Memang ada beberapa rencana yang perlu disesuaikan, tapi nggak lantas berubah total dari awal. Yang saya tahu, beberapa lainnya harus mengubah total cita-cita mereka. Meletakkan ego pribadi demi kepentingan bersama. Couldn't describe in the words..saya salut..karena saya bahkan nggak yakin bisa seperti itu. Hahaha

Pada  akhirnya, akan ada orang baru yang datang, kemudian membuat kamu rela mengalah untuk menomorsekiankan apa yang pada awalnya menjadi tujuan atau bahkan kamu harus membuat beberapa penyesuaian demi sama-sama merasa nyaman
Sekian waktu berlalu, dan rasanya sudah nggak seperti dulu.


3 April 2016, catatan demi saya bisa mengingat apa yang sedang saya alami sekarang pada beberapa tahun ke depan.

Jumat, 11 Desember 2015

Milestone kesekian



We never know what will happen in a second. Like I am. A few weeks ago was one of my big day, the day that i have to defend my master thesis.

Akhirnyaaaa, setelah hampir 2 tahun kembali duduk di bangku kuliah, tiba juga waktunya sidang akhir pendadaran yang seolah jadi penanda gerbang kelulusan. Setelah hampir setahun saya bergelut dengan segala hal yang berkaitan dengan penelitian tugas akhir, 23 November kemarin tiba juga waktu untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah saya kerjakan untuk penelitian di depan dosen-dosen penguji.
Daaaaan..singkat cerita, nggak sampai 1,5 jam di dalam ruang sidang, alhamdulillah lulus dengan revisian. Beberapa pertanyaan saya nggak bisa jawab, beberapa pertanyaan dijawab pake mikir lama, beberapa pertanyaan dijawab muter-muter dulu, beberapa pertanyaan dijawabnya harus diarahkan dosen dulu *akuhparahbanget* Hahaha..but it doesn’t matter anyway. Saya udah berusaha dan berdoa sebelumnya, hasil akhirnya serahkan sama yang di atas. hehehe
Apa yang saya lakukan selama hampir setahun untuk penelitian terbayar sudah. Mulai dari survei keliling Jogja sampai Klaten sambil bawa-bawa peta sendirian, ditawarin MLM gara-gara buka peta di tengah jalan, keluar masuk perusahaan-perusahaan, dinas-dinas, kantor gubernur, pustral sambil bawa-bawa proposal, dan lain sebagainya.


muka-muka fresh from the oven habis ujian

it has been 6 years (and still counting~) since i learn for industrial engineering

bukan dari teknik mesinnya, cuma numpang foto aja

Lalu..saya jadi flashback yang dulu-dulu. Februari 2014 pertama kalinya datang ke Jogja sebagai mahasiswa. Setelah pake acara galau-galau dulu soal mau lanjut sekolah lagi.
Terus..sekarang bahas yang seriusnya. Total SKS yang harus diselesaikan selama 4 semester sebanyak 44 SKS.Detail mata kuliah yang saya ambil di antaranya :

  • Semester 1 : Asas Teknik Industri, Metodologi Penelitian, Komputasi dan Pemrograman, Pemodelan Sistem; masing-masing 3 SKS
  • Semester 2 : Optimasi, Statistika Lanjut, Otomasi Sistem Manufaktur, Manajemen Proyek Lanjut, Teori Keputusan Lanjut, Data Mining; masing-masing 3 SKS 
  • Semester 3 : Teknik Rantai Pasok, Metaheuristik; masing-masing 3 SKS
  • Semester 4 : Tesis; 8 SKS

Saya...speechless mau nulis apa lagi. Saya cuma mau nulis aja, biar momen ujian akhir ini, yang jadi salah satu milestone di hidup saya nggak jadi lupa gitu aja. Biar saya inget, saya pernah sejauh ini melangkah. Huft, menye-menye.

Apalagi kalau ditarik mundur ke belakang lagi, 2008 yang lalu waktu saya masih awal jadi mahasiswa baru S1, masih alay-alaynya nulis blog, masih galau-galaunya gara-gara nggak diterima di universitas idaman. Singkat cerita, saya bisa menerima dan bertekad menjadi sebaik-baiknya yang saya bisa di manapun saya berada untuk belajar. Akhir 2013,  entah bagaimana setelah memutuskan keluar dari kerjaan pada saat itu, Allah swt ternyata kasih saya kesempatan untuk kuliah di kampus yang dulu pernah menolak saya mentah-mentah. Hahahaha.
Tuhan suka bercanda ya? The best God joke ever. Malu sendiri rasanya dulu sering bertanya-tanya kenapa doa saya nggak dikabulkan, kenapa kerja keras saya terasa sia-sia. Ternyata doa saya bukannya nggak dikabulkan, tapi ditunda karena memang belum waktunya... Dan nyatanya saya justru mendapat lebih dari apa yang saya minta sebelumnya.
We never know what might be happened tomorrow..but God knows the best. Huft, ini lebih menye-menye.

Setelah ini saya akan kembali memulai satu fase baru dari awal *bentangkan dreamboard lebar-lebar* Deg-degan sih, agak takut kalo kenapa-kenapa..but they convince me that this is gonna be allright. Sudah cukup saya berada di zona nyaman sebagai mahasiswa di Jogja. Hahaha

Btw, malam ini harusnya saya nyicil packing barang-barang yang harus dibawa pulang ke Semarang..tapi males. Tinggal menghitung hari saya hengkang dari Jogja, kota yang udah jadi rumah kedua buat saya, yang dari awal saya datang, saya nggak pernah merasa asing sama kota ini, saya merasa diterima sepenuh hati *oke ini lebay*
This 2 years full of things related to you..I couldn’t say anything, yet I really felt a sincere kindness.  Still being a good partner, still being a humble friend, for everyone that came over to see you.
Sebab kata Joko Pinurbo, Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan. Sebab itu di setiap sudutnya ada memorabilia yang menunggu, ada kenang yang terulang menjelang petang, dan ada syukur yang dirayakan saat semesta mengizinkanmu kembali datang.

Yogyakarta, 11 Desember 2015.
Postingan ngalor ngidul tiba-tiba tanpa editing karena di luar hujan.

Sabtu, 21 November 2015

Those moments





Kamu dengan tas di punggungmu berjalan menghampiri saya dengan sedikit terengah-engah, mengagetkan saya tiba-tiba di tengah keasikan bengong sendirian. “Boleh duduk sini?” tanyamu. Saya yang masih dalam keadaan terkejut nggak percaya, cuma mengangguk saja. Kamu duduk di sebelah saya, lalu meletakkan tas punggungmu di bawah. Saya mengamatimu diam-diam. Pagi-pagi udah ngos-ngosan begitu, habis ngapain ya? lari? sepertinya buru-buru sekali, batin saya.
Jeda beberapa menit kemudian bus berjalan, saya diam, kamu juga. Saya melempar pandangan ke luar jendela seperti biasa. Entah apa yang ada di pikiranmu saat itu. Kalo yang ada di pikiran saya sih, kok bisa ya jadi pulang bareng, jadi bisa se-bis, jadi bisa sebangku? Padahal nggak lagi janjian juga. Beberapa hari lalu saya memang sempat bilang, “aku pulang Jogja lagi besok selasa, mau bla bla bla..”, lalu kamu menimpalinya dengan “aku juga pulang Jogja hari selasa, soalnya mau bla bla bla”. Itu beberapa hari lalu. Beberapa hari lalu kami sepakat pulang hari Selasa, tapi nggak janjian juga jam berapa. Beberapa hari lalu sebelum akhirnya ada awkward moment antara saya dan kamu, setelah kalimat penolakan yang saya utarakan beberapa hari lalu juga.

 “Aku belum selesai sama diriku sendiri” kata saya, yang sekaligus jadi tameng, saya nggak yakin kamu beneran suka sama saya, kamu mau jadiin saya pelarian ya? hah? maaf ya, saya nggak akan tertipu. Saya tahu kamu baik, tapi saya juga tahu berpindah ke lain hati nggak pernah semudah itu. Entahlah, menurut saya kesannya buru-buru. Lalu tiba-tiba kami bertemu dalam perjalanan yang sama kembali. Di hari Senin. Ya, mendadak saya harus kembali ke Jogja lebih cepat satu hari karena keperluan  tiba-tiba. Lalu saya bertemu denganmu dalam bus yang sama, di bangku yang bersebelahan pula.
“Katanya pulang hari Selasa, kok jadi Senin?” tanya saya buka suara. Kamu tersenyum, “Ada perlu tiba-tiba,” katanya. “Oh,” kata saya menimpali sambil berpikir keras kenapa kebetulan bisa terjadi.

Beberapa waktu kemudian setelah keadaan di antara kami membaik, dia bercerita, “Sebenernya waktu kita tiba-tiba bisa bareng pulang ke Jogja tanpa janjian pas itu..awalnya aku nggak bener-bener ada keperluan tiba-tiba. Walaupun nggak tahu kenapa, pas di tengah jalan dapet kabar ternyata aku memang harus pulang hari itu, jadi beneran ada perlu tiba-tiba,” katamu setengah tertawa. “Jadi sebenernya, malam sebelumnya aku mimpi kamu nggak jadi pulang hari Selasa, tapi hari Senin jam 7 pagi. Akhirnya buru-buru bangun dan ngejar bus jam 7 pagi sambil lari-lari,” katamu serius. Saya diam saja, antara percaya nggak percaya.
========================================================================
Saya nggak tahu kenapa, tapi seringnya saya mengalami hal-hal yang berasa kebetulan banget sama kamu. Saya tahu, nggak ada yang namanya kebetulan..jalannya begini ya karena memang sudah diatur sama yang di atas. Bahkan jauh sebelum kamu menyadari perasaanmu, “kebetulan” antara saya dan kamu sudah beberapa kali terjadi. Ketika akhir tahun lalu Bapak sering bolak-balik masuk rumah sakit, entah kenapa selalu ada momen kamu menghubungi saya dan menanyakan keadaan Bapak di waktu Bapak memang sedang opname. Padahal pada saat itu kami nggak dekat, nggak dekat banget malah. Nggak pernah ada basa-basi, menghubungi kalau memang ada keperluan penting saja. Tapi tidak pada saat itu. Kamu selalu menyempatkan datang menjenguk Bapak. Saya nggak curiga. Kamu juga (mungkin) belum ada rasa apa-apa.
========================================================================
“Pake handphoneku dulu aja, nggak aku pake. Paket internetnya diisi provider lain, sinyalmu di kos kan jelek banget. Biar gampang dihubungin. Hehehe,” katamu suatu hari. “Enggak mau,” kata saya ketus. Handphone saya masih belum dual sim, dan sinyal providernya ngehe banget di kos. Bikin saya susah dihubungin. Padahal pake yang sinyalnya lancar aja saya slow response banget, pfffft. Saya masih dingin ke kamu pada saat itu, beberapa wasapp masih diread saja, beberapa dibalas dengan emote jempol saja, beberapa di-endchat, beberapa dibalas berjam-jam kemudian *kibasrambut* Beberapa waktu kemudian handphone saya mati mendadak, purna sudah tugas si handphone sebagai penghubung saya dengan informasi-informasi dunia luar *huftbete*akukenabatunya* Akhirnya saya terima tawaran kamu untuk memakai handphonemu sementara, berhubung saya nggak mau ketinggalan info-info penting. Dan eurekaaa..dari situ saya merasa menjadi beberapa langkah lebih dekat dengan kamu. Kenapa? saya juga nggak tahu.
========================================================================
“aku tanya ke ibu dulu ya,” kata saya ketika kamu bercerita panjang lebar tentang perasaanmu setelah sekian kali. “iya, ridho Allah swt, ridho orangtua,” balasmu. Dan...saya lupa, saya nggak benar-benar menyempatkan waktu untuk bertanya serius ke Ibu. Sampai akhirnya Ibu sendiri yang menanyakannya ke saya, membahas banyak hal yang sudah sering saya bahas denganmu tapi berakhir dengan saya yang keras kepala. Dear captain, the universe totally stand up for you. Saya jadi tahu kalau saya salah, kalau kepala saya sekeras batu, kalau kamu butuh kesabaran ekstra untuk menghadapi saya.
Sampai perlahan-lahan saya berani menumbuhkan keyakinan, kalau segala kebetulan-kebetulan ini adalah sebenar-benar rencana Tuhan. Termasuk saat suatu hari kamu minta izin ke orangtua saya untuk memperkenalkan saya ke keluargamu. Saya nggak berani menatap mata Bapak saat itu. Saya tahu perasaan Bapak saat itu pasti campur aduk. Seperti diingatkan kembali bahwa putri pertamanya sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihan hidupnya. Tapi Bapak, sebagai laki-laki yang paling bertanggungjawab atas putrinya, masih dalam kondisi sakit dan susah payah untuk melakukan apa-apa.
That day really we got the moment, much bliss and joy. My sincere gratitude to You, my Lord. Entah bagaimana saya merasa dimudahkan, kamu mengenal keluarga saya dan sebaliknya. Hari itu Ibu saya ulangtahun, dan membawa kamu ke depan Ibu untuk jadi teman ngobrol, teman diskusi, teman curhat, dan lain sebagainya (yang mungkin saya nggak bisa), bisa jadi adalah kado yang berkesan untuk beliau. Hehehe.
========================================================================
Banyak “kebetulan-kebetulan” sepele lainnya yang saya alami. Termasuk saat saya lagi pengen aja kasih breadtalk buat kamu di H-1 ujian pendadaranmu. Ternyata momennya pas banget untuk meredam rasa lapar sementara, waktu kamu jadi sedikit emosional karena makan malam tertunda akibat harus benerin kacamata tiba-tiba. Atau pas banget momennya buat sarapan hari H karena kamu nggak sempet sarapan nasi akibat banyak  keperluan-keperluan mendadak. Waktu saya kasih sweater rajut juga gitu, ternyata pas juga sama kamu yang katanya juga lagi mau cari sweater rajut.
Mungkin yang saya rangkum ini kebetulan momen yang lagi pas-pas aja..mungkin banyak yang nggak pas juga, tapi nggak saya gubris sema sekali. Hehehe.
I have no words to say, but I am truly thankful for your courage, kindness, goodness, and all that you do. Bukan cuma buat saya, tapi juga buat Ibu, Bapak, dan dua adik perempuan saya. You have touched my life deeply.

Yogyakarta, H-2 ujian pendadaran.
Deg-degan mau ujian tapi bosan