Get me outta here!

Minggu, 13 Februari 2011

Dia yang Menjadi Terlalu Asing Bagiku


Kamu..yaa benar kamu
Kamu yang entah merasa atau tidak
Kamu yang dulu hanya sejengkal dariku
Kamu yang dulu tahu segalanya tentang aku
Tapi sekarang kamu melompat sejuta kilometer dariku
Kamu dan aku, menyibukkan diri dalam keliling dunia masing-masing
Kamu dan aku, tenggelam dalam dimensi harap masa depan
Kamu dan aku, inginkan amnesia agar bebas mencoretkan impian
Hingga aku sadar kini sudah duaribusebelas
Dan aku sadar kini melankolis adalah pilihan
Akhirnya aku sadar kini langkah penaku sangat berarti
Perjalanan panjang menyisakan pelajaran
Menghapus sekelebat bayang
Dia yang menjadi terlalu asing bagiku

Gerimis 12Februari2011
Thank you for giving me inspirations :)

Kurva S



Grafik rencana di atas menunjukkan perbandingan antara jumlah hari dan jumlah bobot pekerjaan yang telah diselesaikan. Proyek membutuhkan total waktu sebanyak 16 minggu untuk menyelesaikan proyek dan biaya total sebear Rp. 363.379.840,89. Secara umum grafik terlihat linier, yaitu penambahan bobot pekerjaan yang dilakukan setiap minggu tetap. Sehingga pengerjaan proyek dilakukan tidak secara cepat di awal ataupun cepat di akhir.
Sedangkan pada grafik aktual, terlihat grafik membentuk huruf S, yang berarti pengerjaan proyek dilakukan secara cepat pada awal waktu. Walaupun pada akhirnya secara aktual proyek juga akan selesai pada minggu ke 16.
Berdasar perbandingan antara grafik rencana dan grafik aktual proyek, terlihat bahwa waktu dimulainya dan waktu selesainya pengerjaan proyek antara rencana dan aktual sudah sesuai. Namun, terlihat bahwa grafik aktual untuk awal-awal pengerjaan proyek lebih tinggi jika dibandingkan dengan grafik rencana. Hal ini menunjukkan pengerjaan aktual proyek dilakukan secara cepat di awal dan akan menjadi lambat di akhir, dengan waktu mulai dan waktu selesainya proyek sama dengan pada saat perencanaan. Keuntungan dari pengerjaan proyek dengan cara seperti ini yaitu apabila pengerjaan proyek dibiayai dengan pinjaman dari bank, maka semakin cepat proyek dapat diselesaikan, pinjaman biaya dari bank dapat segera dikembalikan, sehingga dapat meminimalkan bunga.

Jumat, 11 Februari 2011

Nasehat Ibu untuk Anak Perempuannya



Nasehat ini, ia sampaikan ketika melepas putrinya itu menuju rumah suaminya saat dia dinikahkan.

Dia berkata, “Wahai anakku, kalaulah nasehat boleh ditinggalkan karena kemuliaan budi dan ketinggian nasab keturunan, maka aku tidak akan menyampaikannya padamu. Namun ia perlu disampaikan untuk mengingatkan orang baik dan menyadarkan yang lalai.

Wahai anakku, jika seorang perempuan bisa melepaskan diri dari laki-laki dengan harta orang tuanya maka aku adalah orang yang paling bisa untuk itu. Tapi, itu tidak mungkin, anakku. Karena perempuan diciptakan untuk laki-laki. Dan sebaliknya, laki-laki diciptakan untuk perempuan.

Wahai anakku, saat ini engkau akan melangkah dari rumah ini, dimana kamu hidup dan dibesarkan. Kamu akan berangkat ke lembah yang belum kamu ketahui sama sekali dan akan ditemani seorang yang tidak pernah kau kenal selama ini. Makanya, dengarlah pesan-pesanku. Jadilah engkau bagaikan budak baginya, maka dia akan berlaku seperti itu pula untukmu.

Anakku, dengarkanlah, aku akan menyampaikan sepuluh wasiat untukmu. Jagalah wasiat ini. Ia akan menjadi penerang dan bekal bagimu dalam hidup.

Pertama, setia dan patuhlah padanya. Kepatuhanmu padanya akan melahirkan keridhaan Tuhan.

Kedua, pakailah dengan apa yang diberinya. Sikap itu akan melahirkan ketenangan dalam jiwamu.

Ketiga, peliharalah pandangannya padamu. Jangan sampai dia melihat padamu sesuatu yang tidak disenanginya.

Keempat, pelihara penciumannya terhadapmu. Jangan sampai dia mencium darimu sesuatu yang tidak mengenakkan hidungnya.

Kelima, Jagalah waktu makannya. Sesungguhnya rasa lapar itu bagaikan bara yang bisa membakar kapan saja.

Keenam, jagalah waktu tidurnya. Sesungguhnya gangguan pada waktu tidur bisa menyulut amarah.

Ketujuh, jagalah harta dan rumahnya. Sesungguhnya yang demikian membuatnya menghargaimu.

Kedelapan, pelihara dan hormatilah anak dan keluarganya. Sesungguhnya hal itu melatihmu mengatur segala Sesuatu dengan baik.

Kesembilan, janganlah kamu buka rahasianya. Jika kamu melakukan itu, maka tidak bisa dijamin dia akan menjaga janjinya padamu.

Kesepuluh, janganlah kau melanggar perintahnya. Sesungguhnya yang demikian itu menyulut rasa cemburu dalam hatinya.

Dan perhatikanlah dua perkara. Janganlah kamu menampakkan kebahagiaan padanya jika dia sedang dirundung sedih. Jangan pula engkau menampakkan kesedihan di kala dia berbahagia.

Ketahuilah wahai anakku, sebesar apa penghormatanmu padanya sebesar itu dia akan menyanjungmu. Sejauh mana kamu bisa menyesuaikan pandanganmu dengannya seperti itu pula dia akan setia padamu.

Anak gadisku, sesungguhnya kamu tidak akan mampu melakukan itu semua kecuali jika kamu mampu mendahulukan kerihdaannya atas keinginan pribadimu, dan jika kamu mampu mengedepankan hasratnya atas hasratmu. Semoga Tuhan melimpahkan kebaikan padamu.

Selamat jalan Anakku.


diambil dari : terimakasihibu.blogspot.com

Selasa, 16 November 2010

Wanita dan anak pertama, terasa (tidak) sederhana




Saya seorang wanita, saya juga anak pertama dalam keluarga, dan seluruh saudara saya juga perempuan. SEMPURNA.
That was I think that I was born to be the best, at least in my family.
Nggak tau mulai kapan saya mulai menyadari betapa besar tanggung jawab saya dalam keluarga..berbeda dengan mereka yang bukan terlahir sebagai anak pertama, atau setidaknya bagi mereka yang memiliki saudara laki-laki.
Awalnya saya pikir sederhana memang, tapi ternyata semakin dewasa semakin terasa tanggung jawab itu.
Seorang teman pernah mengatakan kepada saya ketika saya ngobrol dengannya ‘yg sabar & ikhlas’
Lagi-lagi kata sabar dan ikhlas terasa terdengar sederhana (at least pada teorinya)
Setidaknya saya pernah mengalami beberapa hal yang menuntut eksistensi saya sebagai seorang anak pertama yang juga seorang wanita, tidak terlalu sukses memang, tapi cukup sebagai awalan.
Daaan masih panjang nampaknya jalan saya sebagai seorang wanita yang merupakan anak pertama dengan tidak memiliki saudara lelaki sama sekali.
Tapi saya percaya sesuatu yang terlihat sederhana padahal tidak sesederhana itu, dapat dilewati dengan sikap sederhana dengan hasil yang tidak sederhanasmile

Women is more wise than men because they know less but understand morebiggrin

Rabu, 27 Oktober 2010

Pertahanan Kami Sudah Runtuh


Pertahanan kami sudah runtuh
Dan saya merasakan itu
Entah dengan kamu
Mungkin yang kamu rasa beda
Lega melepas semua
Bahagia dengan awal cerita baru

Sebelumnya saya sudah kuat
Tapi sekarang harus lebih kuat lagi
Sebelumnya saya sudah mandiri
Tapi sekarang harus lebih mandiri lagi
Sebelumnya saya sudah coba untuk tidak mengeluh
Tapi sekarang saya tahan lebih keras lagi untuk tidak mengeluh

Pertahanan itu mungkin telah lapuk termakan waktu
Mudah untuk dihancurkan, gampang untuk dirobohkan
Pertahanan kami sudah runtuh
Tapi pertahanan saya..
akan selalu bertahan,bersama diri saya sesungguhnya
Karena dewasa itu tidak mudah..

Jumat, 13 Agustus 2010

SMAGA, I LOVE YOU!


Salam Ganesha,
Benar, sungguh benar saya cinta sekolah saya. 3 tahun yang amat sangat singkat rasanya.
Bagian metamorfosis hidup seorang remaja menjadi dewasa.haha
3 tahun yang udah berlalu itu bukan 3 tahun yang kosong dan tidak berisi, tapi 3 tahun yang sudah penuh sesak dengan memori-memori, baik yang sekecil biji marquisa atau yang sebesar gunung. Daan 3 tahu itu sudah berakhir 2 tahun yang lalu, sudah lewat dan saya amat sangat merindukannya., merindukan sekolah saya, merindukan kelas-kelas saya,, merindukan teman-teman dan guru-guru saya, merindukan semua mapel yang harus diikuti untuk memajukan bangsa ini secara tak langsung, merindukan ekstrakurikuler dan semua kegiatan saya di sekolah.

I learn so many things, not only A for apple, B for ball.
Pertama saya menjadi lebih percaya akan kemampuan diri, pertama saya menjadi seikit lebih extrovert (setelah begitu banyak porsi introvert menguasai diri saya), pertama saya belajar organisasi (efek percaya diri yang semakin baik), pertama the special one (efek extrovert), pertama berjuang mati-matian untuk sebuah big dream (yang mungkin belum saatnya menjadi rezeki saya dan akhirnya saya harus banting setir menuju plan B), dan pertama-pertama lainnya yang tidak cukup diungkapkan satu per satu.

Seperti puisi dari Bapak Sapardi Djoko Damono
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Dan dengan sederhana, aku hanya ingin berucap terima kasih untuk sgala kekuatan dan keindahan
Melepas jerat kepompong menjadi kupu-kupu
My SHS is my best teacher..SMAGA I LOVE YOU!
WSJ, 10.08.10

Tuhan, aku masih ingin hidup



Tuhan, aku masih ingin hidup
karna mimpi-mimpiku
karna tanggung jawab di pundakku
Tuhan,
Aku belum menyelesaikan mimpi-mimpiku
Aku belum memperbaiki kegagalanku
Tuhan,
Belum aku lihat sinar kebanggaan di kedua mata ayah ibu
Belum mereka rasa berubahnya peluh dan air mata menjadi senyum kebahagiaan
Izinkan aku Tuhan,
Aku masih ingin hidup

WSJ,210310